Spiga

Kerja Freelance Bagi Pecinta Photografi

Setelah sempat jalan-jalan di dunia maya sebentar, ada sebuah blog yang memberikan informasi tentang situs bagus yang menyediakan gambar atau foto berjumlah ribuan. Situs yang bernama www.shutterstock.com memang situs yang menyediakan foto dan gambar yang berkualitas. Di situs ini setiap minggu disediakan foto atau gambar gratis untuk pengunjung. Yang membuat saya tertarik adalah adanya program affiliasi bagi para pecinta fotografi untuk ikut menambah pundi-pundi uang sakunya. Ya, kita dipersilahkan ikut semacam kerja freelance di perusahaan tersebut dengan cara ikut menjual foto atau gambar yang kita miliki. Nanti jika ada orang yang mendownload dari setiap photo milik kita, maka kita akan mendapat bayaran sebesar $ 0.25 (US) per download. Jadi jika ada sebanyak 2000 kali download dalam sebulan maka kita bisa mendapat $ 500. (US), lumayan kan ?

Akan tetapi yang agak membuat sedikit ragu untuk mendaftar adalah salah satu syaratnya harus mempunyai pasport sebagai identitas (dalam bentuk gambar hasil scan) yang nantinya bisa kita upload setelah proses pendaftaran selesai. Ada juga sih pilihan menggunakan driver license (SIM) tapi saya pernah mendaftar tidak diterima, nangis deh. Tapi bagi anda yanng memang sudah punya koleksi banyak hasil jepretan sendiri tidak ada salahnya daftar menggunakan kartu identitas (SIM), ingnat harus dari hasil jepretan milik sendiri lho, karena ini berhubungan dengan hak cipta. Syukur-syukur jika sudah mempunyai pasport, bisa langsung daftar tuh.

Ada yang tertarik ?

Review PPC Lokal: BisnisBlogger

Ternyata layanan PPC lokal baru masih terus bermunculan. Setelah PanenIklan yang baru launching kurang dari 2 minggu lalu, kini sudah ada lagi layanan sejenis, BisnisBlogger.Info. Pemiliknya, yang bernama M. Dimas Sasongko (Tangerang), menginformasikan kepada saya situs tersebut melalui email pada akhir minggu lalu, tapi saya baru bisa bergabung dan melakukan test drive sejak 3 hari lalu (saya termasuk pendaftar keduaxxx loh). Bagaimana hasilnya?

Sebelumnya, silahkan simak dulu tampilan salah satu unit iklan dari BisnisBlogger:


Free Image Hosting At ImageCows.Net


Yang tampak di atas adalah unit iklan dengan format Text Listing. Selain format tersebut, masih ada format Banner (dalam berbagai ukuran) dan Text Ad (horisontal dan vertikal). Untuk detilnya dapat Anda perhatikan sendiri di halaman sampel iklan mereka.


Sayangnya, sebagai publisher, bentuk iklan yang kita dapatkan ya sama persis dengan yang di halaman sampel tersebut. Alias, kita tidak bisa melakukan kostumisasi apa pun untuk tampilan iklannya. Alhasil, sulit bagi kita untuk melakukan ads blending terhadap layout dan content situs kita.


Nilai lebihnya, BisnisBlogger menyediakan XML data feed untuk iklan-iklan mereka. Artinya, apabila kita mengerti pemrograman, kita bisa melakukan fetch terhadap feed tersebut, memprosesnya, dan menampilkan iklan-iklan yang ada dengan gaya dan variasi sesuka kita. Untuk fitur yang satu ini sepertinya baru BisnisBlogger yang menyajikan.


Dari hasil percobaan selama kurang lebih dua hari di blog ini, memang yang melakukan klik cukup lumayan. Saya bahkan sudah mengumpulkan uang sejumlah $5,100! Wow, jauh lebih banyak dari penghasilan Google AdSense saya dalam dua hari!


Free Image Hosting At ImageCows.Net


Sayangnya itu hanya dalam mimpi, hehehe, karena memang ada typo dalam halaman laporan BisnisBlogger, yang seharusnya menggunakan satuan Rp namun yang tercantum adalah $. Untuk masing-masing klik kita akan memperoleh komisi sebesar Rp 100,- sedang batas bawah untuk payout adalah Rp 10.000,- saja. Lumayan sudah separuh jalan.


Payoutnya kemana? Maaf, hanya rekening BCA saja *menatap prihatin ke teman-teman yang gak punya rekening BCA*


Terakhir, saya cukup bingung dengan hosting yang digunakan. Pada Whois tercantum bahwa BisnisBlogger menggunakan IDWebHost, namun apabila diakses, kita akan mendapati bahwa BisnisBlogger terletak dalam subdomain dari domain net46.net yang kalau tidak salah adalah salah satu dari domain gratisan milik 000Webhost. Hmmm…



Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 25 June 2008. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah isi. Dan apabila Anda tertarik untuk memiliki theme-theme Wordpress yang menawan, silahkan cek produk terbaru saya, Art of Stealing Wordpress Themes, rilis 1 Juli 2008 mendatang!

Menadah Untung Dari Clixsense

Setelah membaca Si Untung di Internet oleh : Riyeke Ustadiyanto, tentu anda akan lebih penasaran dengan apa yang disebut dengan ilmu untung. Sebenarnya ilmu untung memang ada pada diri setiap orang, hanya saja kita tidak mengetahui atau belum mengetahui bagaimana cara menggalinya. Tetapi setelah membaca tulisan tentang "si untung di internet tersebut" tentu kita bisa belajar untuk menjadi orang beruntung di muka bumi ini. Intinya adalah kita harus menjadi orang yang selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, baru kemudian berfikir bagaimana mendaya gunakan semua apa yang kita miliki dengan cara yang baik dan benar (kok terlalu filosofis ya ? jadi muter-muter). Pokoknya berusaha terus mencari keberuntungan dan jangan menyerah. Berbicara mengenai untung, ini ada sesuatu yang menurut saya bisa memberikan keuntungan yang lumayan yaitu dengan mengikuti clixsense.com (ref). Program ini tergolong mudah terutama untuk anda yang sering online di internet selama berjam-jam karena kerjanya hanya dengan meng-klik iklan yang masuk, dan anda akan di bayar dengan dolar melalui cek ke rumah anda. Akan tetapi untuk melihat kesungguhan anda dalam mengikuti program ini anda di beri pilihan mengupgrade keanggotaan menjadi Premium agar iklan yang masuk setiap hari menjadi banyak dan dengan jumlah bayaran sampai dengan $ 5 setiap kliknya. Jadi jika ingin meningkatkan keberuntungan ya di coba saja "gitu aja kok repot".

SI UNTUNG di Internet


Tulisan ini murni di ambil dari SEOkita.com (Oleh :Riyeke Ustadiyanto) sesuai dengan motto beliau "Sampaikan walau satu ayat…." maka saya tergerak hati untuk ikut menyampaikan kepada pembaca. Mudah-mudahan beliau ridho dan ikhlas tulisannya di Copy Paste.

Tulisan ini terinspirasi dari Pak Sjaeful Safarudin di millist tetangga, semoga jadi pencerahan keberuntungan kita di internet.
Kita pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada caranya.

Kira kira begitu juga bisnis kita di internet, website si fulan dapet order terus…. Padahal kita sudah gak karuan kinerjanya di internet, mulai mempercantik design website, programasi canggih, link marketing dan semuanya deh… tapi nihil. Bagaimana si Untung bermain di internet? Mari kita dalami.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire
Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja!

Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam. Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini subtektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
- Isyarat dari luar. “Follow the omen” demikian kalau kata Paulo Coelho di buku the Alchemist. Baca “isyarat isyarat” dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba tiba di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir akhir ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.
Ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck School. Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial. Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gereja nya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial.

Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan “kesialan”.

Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan,
besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Di internet energi kita akan bertransformasi dengan apa yang kita kerjakan di internet. Seperti orang orang jaman dulu, membikin keris itu kenapa ada yang jadi keris jahat dan baik.

Ternyata, pada saat membuat energi si empu tertransfer di keris tersebut. Begitupula bisnis kita di internet. First Open your Mind and Enjoy your life.

Harap-harap Cemas Dengan Program PPC yang Baru

Kalau dilihat dari performanya yang meyakinkan, Widgetbucks (reff) memang masuk kategori menjanjikan untuk program PPC yang tergolong baru ini. Tetapi bagaimanapun belum ada bukti apakah dia akan membayar ataupun tidak, tapi namanya juga usaha belum tentu penghasilan tapi sudah harus bekerja keras, kalaupun tidak terbukti ya paling tidak sudah beruasaha. Tapi mudah-mudahan memang benar terbukti sebab batas earning yang bisa dicairkan (susah membahasakannya) atau bisa di kirim berupa "real money" ke kita kalau sudah mencapai 50 dollar. Berbeda dengan Google Adsense yang memberi batasan 100 dollar untuk bisa cair. Pokonya berjuang terus mengambil potensi penghasilan dari internet, kan nggak hanya itu, masih banyak program lainnya yang mungkin lebih menjanjikan. Kira-kira apa ya ? kalau anda punya pengalaman bisa anda share di komentar dibawah.